Fashion sekarang ini tidak ada habisnya. Dunia fashion selalu akan berputar sejalan dengan zaman yang terus berubah. Jangan bingung dengan trend fashion yang dari tahun-tahun dahulu yang sudah lewat muncul dan disukai kembali sekarang ini. Seperti kemeja pria yang terus berkembang dari masa ke masa. Tetapi ada salah satu model fashion yang selalu ada dan tidak lekang oleh waktu, adalah vintage style dan retro style.

Baca Juga : 8 Tips Untuk Style Pria Yang bertubuh Kurus Agar Makin Terlihat Tampan

Biarpun memiliki tema yang sama, vintage style dan retro style tidak sama. Jika kalian mau memperhatikan lebih dalam, ada beberapa ciri yang mendasar yang menjadi pembeda dari kedua style fashion ini. Supaya kalian tidak salah saat mau bergaya, lebih baik kalian ketahui dulu bedanya vintage style dan retro style yang akan saya infokan berikut ini.

Mengenal Retro Style

vintage style pada pria

Style pada fashion memang terkenal sekali karena keragamannya. Diantaranya ada yang namanya retro style. Untuk kalian yang mengaku suka dengan fashion pasti sudah tau dengan style ini kan?.

Retro style bisa dibilang untuk menunjukkan budaya yang sudah lama terbentuk. Bisa juga menggambarkan trend yang sudah ada sebelumnya dari masa lalu. Kata Retro berasal dari bahasa latin yang memliki arti awalan. Retro bisa disebut juga memiliki arti mundur atau bisa juga kita arti kan masa lalu. Maka retro bisa di artikan gerakan untuk mengenang masa lalu atau nostalgia.

Baca Juga : 14 Kemeja Pria Terbaik Yang Bisa Kalian Pilih Untuk Bergaya Maksimal

Pakaian yang glamour dan berani sangat digemari pada waktu ini. Retro Style juga dipakai dan diperkenalkan oleh artis Hollywood dan dipakai sering sekali dalam acara penghargaan prestisius. Warna yang menjadi ciri khas pada pakaian retro menggunakan warna-warna cerah. Pakaian bergaya disko juga sangat dekat sekali dengan retro style, layaknya celana cutbray, leather jacket dan kemeja pantai. Pattern yang sering dipakai dalam retro style adalah memiliki pattern simetris dan berkilap.

Saat masuk tahun 80an, gaya rambut yang mengembang mulai menjadi trend. Fashion icon, seperti nama Madonna juga mengenalkan ripped jeans pada sekitar tahun ini. Gaya berpakaian Lady Diana pun menjadi kiblat di kalangan masyarakat dalam fashion. Power suit lengkap dengan memiliki bantalan bahu juga menjadi pakaian yang harus wanita pakai waktu sendang bekerja. Michael Jackson sangat punya pengaruh dalam retro style. tidak pada tahun 80an saja, jaket merah dan gloves warna putih ciri dari Michael Jackson masih sering dijadikan barometer hingga tahun 90an.

Dalam dunia fashion, retro style punya banyak sekali penggemar. Retro style sangat ter-influence dari style sekitar tahun 40 sampai 80 an. Bisa dibilang tahun-tahun kemarin beberapa merek-merek terkenal di dunia mulai menaikan lagi retro style. Brand Prada sampai dengan Luis Vuitton membuat tema retro style ini untuk menarik kembali orang-orang agar menyukai akan retro style.

Retro Style Sangat Berbeda Dari Vintage Style

vintage style pada wanita

Nahh sekarang siapa nihh yang masih agak bingung membedakan antara retro style dan vintage style? Bila dilihat sekilas keduanya punya kesamaan yaitu sesuatu yang old school tetapi tidak kelihatan ketinggalan zaman. Kedua style ini sangat disukai hampir semua kalangan. Dari orang-orang tua sampai anak muda dan remaja banyak yang suka retro style atau vintage style untuk tampilan yang kece.

Baca Juga : 8 Fashion Item Untuk Menunjang Style Pantai Untuk Para Pria Saat Berlibur Di Pantai

Vintage style bisa dibilang lebih memberikan kesan feminin karena biasanya memiliki warna yang pudar yang simple. Model pakaian vintage ini umumnya lebih praktis dan lebih bermain dengan pattern contoh yang biasa pria bisa pakai adalah bowling shirt. Style vintage sendiri sangat terpengaruh dari mode fashion tahun 20 sampai 60 an.

Pada abad ke-20, industri film sedang besar-besarnya dengan penampilan para artis dan aktor yang sangat menginspirasi sejumlah style dalam berpakaian. Mulai dari material bunga-bunga, rok panjang yang menjuntai, pakaian menggunakan bahan bulu binatang, coat tanpa lengan sampai hiasan berbentuk pita. Menggunakan zipper dan bahan nilon juga mulai dipakai di era ini. Salah satu desainer terkenal, Salvatore Ferragamo pun membawa platform shoes yang merupakan sepatu dengan menggunakan hak yang sangat tebal.

Tetapi saat Perang Dunia II berakhir, peralihan besar terjadi dalam fashion. Jumlah material untuk garmen mulai dikurangi. Sehingga para desainer diminta untuk membuat pakaian dengan material seminim mungkin. Pada waktu ini, menggunakan zoot suit, kaos warna terang, bikini pattern garis sampai blouse yang feminin mulai terkenal. dan akhirnya, mereka mulai bergaya rebel look, gaya hippie, rok seperti balon, dan pointed bras pata tahun 50 sampai 60 an.

Perbedaan Vintage Style VS Retro Style

Dalam Menggunakan Warna

Retro Style dan vintage style sama bagusnya. Jika kalian ingin memakainya jangan sampai salah ya. Kalian harus tahu perbedaan yang jelas dari kedua style ini. Kalian bisa memperhatikan dari warna yang dipakai dari style ini.

Baca Juga : Kaos Musim Panas Yang Akan Melengkapi Style Kalian

Gaya vintage pria sangat cocok menggunakan warna yang lembut dan kalem. Lebih memperlihatkan warna yang terlihat sejuk seperti kehijauan. Warna-warna yang soft yang terkesan tenang banyak digunakan untuk vintage style. Dan untuk pakaian retro style justru lebih kelihatan berani dalam menggunakan warna. Fashion satu ini berani menggunakan warna merah sampai kuning agar kelihatan terang. Maka kalian tidak perlu kawatir dalam mempadu padankan warna gemerlap jika mengusung vintage style.

Style Yang Berlainan

Retro style kembali terkenal belakangan ini. Fans nya bukan hanya orang-orang tua saja ya. Anak muda pun banyak yang menggemari style ini karena fashion yang terus berkembang.

Pakaian yang terinspirasi dari retro style umumnya mirip dengan gaya disko. Bisa di lihat dari pilihan pakaiannya seperti celana pendek dan rompi. Atau celana dengan cuttingan cutbray sampai leather jacket. Ada juga pakaian atau kemeja dengan pattern yang cerah. Semua itu memberikan kesan retro yang kuat. Di bagian lain pakaian dengan vintage style justru sebaliknya. Kesan vintage bisa diperlihatkan dari warna yang kalem.

Terpengaruh Dari Garis Waktu Yang Berbeda

Elvis bergaya vintage style

Kedua style tersebut memang sama terinspirasi dari style zaman dahulu. Namun ada perbedaan yang sangat kentara dari kedua style ini. yaitu terinspirasi dari garis waktu yang sangat berbeda jauh.

Masa dari style fashion ini sangat berbeda. Jika kalian senang dengan gaya vintage, maka harus tahu bahwa style ini munchul karena fashion di masa tahun 1920 sampai dengan tahun 1960 an.

Sementara untuk kalian senang dengan retro style kalian juga harus tahu masanya. Gaya ini sangat terinspirasi pakaian pada tahun 70 an sampai 90 an. Kalian bisa mengingat gaya Michael Jackson yang mantab. Style lainnya yang juga terkenal dari retro ini adalah style Elvis Presley.

Arti Dari Vintage Style

arti dari vintage style

Nahh Setelah kalian sudah paham beda dari vintage style dan rtro style kalian jadi tahu bahwa dalam dunia fashion enggak ada aturan yang tertulis secara pasti, dan pria bisa menggunakan apa pun sesuai keinginan, salah satunya vintage style. Umumnya mereka memilih style ini karena ingin kelihatan klasik, tidak harus kasual atau bergaya kekinian.

Sering dibilang menyalahi zaman, vintage style memiliki sejarah yang panjang dan alasan palin dasar yang membuatnya bertahan, digemari oleh kaum pria. Baca lanjutan di bawah ini untuk memahami konsep vintage style yang sesungguhnya, jangan sampai keliru.

Sebagian Orang Suka Pakai Barang Secondhand

barang secondhand

Hampir setiap waktu, jutaan baju dibuat secara masal. Namun ada saja masanya seseorang bosan dengan baju yang sudah dimiliki. Semua itu bisa ditemui di toko-toko yang eksklusif menjual barang secondhand. Tidak sedikit barang masih terlihat keren jika digunakan. Entah memakainya langsung dengan kondisi asli atau diubah sedikit.

Menurut data, lebih dari 70 persen orang di dunia didominasi kaum adam, senang memakai item branded berstatus secondhand.

Vintage Bukanlah Retro Bahkan Antik

vintage bukan retro

Biasanya sebuah item fashion, terutama baju hanya layak pakai paling lama tiga tahun. Tapi tidak menutup kemungkinan kalian menemukan baju yang sudah berumur puluhan tahun dalam kondisi masih layak pakai. Nah, pakaian lawas terkadang punya sebutan seperti vintage, retro, dan antik. Padahal, ketiga istilah tersebut enggak sama.

Bila melihat dari waktunya, pakaian yang dibuat dari sebelum abad ke-20 disebut antique clothing. Sampai tahun 1920 an sampai 1980 an, keluar istilah vintage style. Terakhir, retro berkiblat pada style yang menyerupai tren fashion jaman dulu.

Barang Vintage Enggak Selalu Identik Dengan Thrift Shop

Thrift Shop

Memang betul bahwa vintage style dan thrift shop menjadi dua hal yang susah dipisahkan. Jika kalian kepingin mencari kemeja lawas tapi keren, pikiran kalian secara otomatis langsung ke thrift shop. Sayangnya, enggak semua item di sana dapat dikategorikan vintage. Karena usianya belum lebih dari seperempat abad atau cukup punya sejarah untuk diberikan label vintage, bisa kalian bedakan?

Dari Waktu ke Waktu, Ukuran Baju Berubah

ukuran baju

Pernah menemukan baju yang tidak sesuai padahal size nya sama? Jangan heran bro. Walau size pakaian terlihat sama, faktanya ada modifikasi dari masa ke masa. Itu ada kaitannya dengan ukuran badan pria yang semakin membesar. Kini kalian paham bahwa vintage style bukan sekadar gaya berpakaian saja, melainkan juga punya story yang panjang di dalamnya. Jangan sampai salah lagi ya!

 

× How can I help you?